Pejuang Dua Garis di Palembang Dapat Harapan Baru, Teknologi IVA Alhaya Fertility Centre Beri Peluang Hamil bagi Pengidap POI

0
28

Tajam.co.id, Palembang – Perjuangan panjang pasangan suami istri untuk mendapatkan buah hati masih menjadi realita yang tak mudah. Program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) memang menjadi harapan, namun tak jarang harus menghadapi kegagalan berulang.

Isu inilah yang mengemuka dalam edukasi fertilitas yang digelar di Palembang, Oktober 2026, yang diikuti 24 pasangan pejuang dua garis. Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Wan Syahirah Mohsin atau akrab disapa Dr. Sera, Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Alhaya Fertility Centre Kuala Lumpur, yang berkolaborasi dengan Medical Concierge Asia.

Dalam pemaparannya, Dr. Sera menjelaskan, infertilitas bisa disebabkan banyak faktor. Mulai dari Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS) atau yang dulu dikenal sebagai PCOS yang mengganggu ovulasi, endometriosis yang menghambat implantasi embrio, hingga rendahnya kadar Anti-Mullerian Hormone (AMH) sebagai indikator menipisnya cadangan sel telur. Faktor usia dan kondisi reproduksi kedua pasangan juga tak kalah menentukan.

“Setiap pasangan itu unik. Kuncinya adalah evaluasi menyeluruh. Kegagalan IVF sebelumnya bukan akhir dari segalanya, tapi justru pintu untuk mencari strategi yang lebih tepat,” ujar Dr. Sera di hadapan peserta.

Pada kesempatan tersebut, diperkenalkan salah satu inovasi yang menjadi harapan baru, yakni teknologi In-Vitro Activation (IVA). Teknologi ini secara khusus dikembangkan untuk pasien dengan Primary Ovarian Insufficiency (POI), kondisi di mana fungsi ovarium menurun sebelum usia 40 tahun. IVA bekerja dengan merangsang aktivasi folikel yang masih tersisa di ovarium untuk bisa berkembang kembali.

Teknologi ini bukan sekadar teori. Alhaya Fertility Centre mencatat kisah inspiratif. Salah satunya pasangan yang telah berjuang selama 9 tahun, memiliki riwayat endometriosis dan dua kali gagal IVF di tempat berbeda. Setelah menjalani evaluasi bertahap dan penanganan personal di Alhaya, pasangan tersebut akhirnya berhasil hamil dan melahirkan bayi perempuan yang sehat.

Puncaknya, pada 2026, Alhaya mengumumkan pencapaian yang diyakini sebagai yang pertama di Asia Tenggara. Seorang pasien berusia 33 tahun dengan riwayat POI dan kadar AMH sangat rendah berhasil hamil secara alami sekitar tujuh bulan setelah menjalani prosedur IVA pada Juli 2025. Sebuah kabar yang memberi secercah harapan bagi banyak perempuan dengan kondisi serupa.

Meski demikian, Dr. Sera menekankan bahwa IVA masih merupakan pendekatan yang terus berkembang dan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Keberhasilan tetap membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pasien, dokter, serta dukungan teknologi yang tepat.

Sebagai bagian dari Alpha IVF Group Berhad, Alhaya Fertility Centre Kuala Lumpur menyediakan layanan fertilitas komprehensif, mulai dari IVF hingga teknologi pendukung canggih seperti Piezo-ICSI, PICSI, dan EmbryoScope+.

Keunggulan lain yang ditawarkan adalah pendekatan yang ramah Muslim, dengan privasi tinggi, kenyamanan selama program, serta pilihan konsultasi dengan dokter spesialis wanita. Hal ini menjadi nilai plus bagi pasangan Indonesia yang mencari layanan fertilitas di Malaysia.

Bagi para pejuang garis dua, second opinion dan evaluasi medis menyeluruh bisa menjadi langkah awal untuk membuka harapan baru.

Melalui Medical Concierge Asia sebagai mitra resmi, pasien Indonesia dapat dengan mudah mengakses informasi, konsultasi lanjutan, hingga koordinasi perawatan di Malaysia secara seamless.

Informasi dan pendaftaran konsultasi dapat menghubungi Medical Concierge Asia di +62 821-3166-4124 atau email booking@medicalconciergeasia.com.(Rilis)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini