Legend Sejak 1995! Pempek Hesty Kampung 26 Ilir Palembang Tetap Bertahan, Harga Mulai Rp 1.000 dan Promo Free Ongkir ke Jabodetabek

0
51

Tajam.co.id, Palembang – Jika bicara soal pempek legendaris di Kota Palembang, nama Pempek Hesty di Kampung Pempek 26 Ilir, Jalan Mujahidin, 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, tak bisa dilewatkan. Berdiri sejak 1995, usaha turun-temurun dari ibu ke anak ini tetap eksis dengan cita rasa ikan asli dan harga yang sangat ramah di kantong.

Hesty selaku Owner Pempek Hesty mengungkapkan, pihaknya mempertahankan dua varian unggulan untuk semua kalangan. Ada pempek ikan tenggiri dengan harga Rp1.000-an per biji, dan varian premium ikan gabus Rp1.500 per biji.

“Sejak dari 1995. Ini usaha turun-temurun dari ibu turun ke saya. Di sini ada pempek, model, tekwan, otak-otak, lenggang,” ujar Hesty.

Tak hanya pempek kecil, Pempek Hesty juga menyediakan paket vacuum frozen yang menjadi favorit wisatawan sebagai oleh-oleh. Harganya sangat terjangkau:

  • Daftar Paket Vacuum Pempek Hesty:
  • 50 biji campur Rp60.000
  • 60 biji campur Rp70.000
  • 75 biji campur Rp90.000
  • 85 biji campur Rp100.000
  • 100 biji campur Rp115.000
  • 145 biji campur Rp160.000
  • 3 Kapal Selam, 2 Lenjer Besar, 40 kecil campur – Rp110.000
  • 5 Kapal Selam, 5 Lenjer Besar, 35 kecil campur – Rp160.000
  • 5 Kapal Selam, 75 kecil campur – Rp140.000
  • 10 Kapal Selam, 5 Lenjer Besar, 85 kecil campur – Rp270.000

Kabar baiknya, selama bulan Oktober 2026 ini Pempek Hesty menggelar promo spesial. Untuk pemesanan minimal 100 pcs pempek premium, gratis ongkir ke wilayah Jabodetabek.

“Di sini lagi promo nih, pempek premium lagi free ongkir, kirim ke daerah Jabodetabek, minimal pemesanan 100 pcs selama bulan Oktober ini. Paling best seller di sini pempek kates,” jelasnya.

Terdampak Kabut Asap, Omset Turun 30 Persen

Di balik cita rasa yang legend, Owner Pempek Hesty juga curhat soal dampak kabut asap yang melanda Palembang. Kondisi ini membuat wisatawan luar kota takut datang ke Palembang.

“Pengaruh, dampak di kami pedagang UMKM karena asap ini. Yang dari luar kota yang biasa mengunjungi Palembang mungkin takut karena asap tebal. Omset turun kisaran 30 persen,” keluhnya.

Ia berharap pemerintah segera mengatasi persoalan kabut asap agar UMKM oleh-oleh khas Palembang bisa kembali bangkit.

“Harapannya segera pemerintah mengatasi asap ini cepat-cepat, agar pedagang UMKM oleh-oleh khususnya yang nyari oleh-oleh khas Palembang dari luar kota datang ke sini tenang tanpa asap.”

Didukung PP SSKS dan Pelanggan Setia

Pada kesempatan tersebut, Keluarga Besar Pengurus Pusat Silaturahmi Spiritual Keluarga Sriwijaya (PP SSKS) menyempatkan diri mampir. Hadir Ketua Umum Kgs. Syafrizal yang akrab disapa Mafia Paranormal, didampingi Sekjen Ustadz Asmuni, Dewan Penasehat Ustadz Usman Markoni, Muhammad Firdaus, serta jajaran pengurus lainnya.

Sekjen PP SSKS Ustadz Asmuni yang mewakili Ketua Umum memberikan testimoni langsung setelah mencicipi.

“Alhamdulillah, sore hari ini kita berkunjung di Pempek Hesty. Beliau merupakan salah satu anggota kita. Semoga mendapatkan keberkahan dan segala kelancaran terkait usaha beliau selalu diberikan kelancaran. Untuk rasanya enak sekali, garing, lemak nian. Masyarakat Kota Palembang wajib mencicipi. Ini pempek legend, pempek wong lamo, ada rahasia tersendiri, jangan diragukan lagi. Pempek Hesty enak, maknyus!” ujar Ustadz Asmuni.

Hal senada diungkapkan pelanggan setia, Lia. Ia mengaku seminggu bisa dua kali makan di Pempek Hesty dengan menu favorit pempek adaan, lenjer, dan telor.

“Enak di sini, mantul. Biasanya seminggu tiga kali, sekarang dua kali karena banyak kabut asap. Kalau beli seringnya beli langsung,” kata Lia.

Bagi warga Palembang dan wisatawan yang ingin menikmati langsung kelezatan Pempek Hesty, bisa datang langsung setiap hari pukul 06.00 – 22.00 WIB di Jl. Mujahidin 26 Ilir Palembang, atau pesan online melalui GoFood dan WhatsApp di 0838-3433-7046 / 0821-7762-8284.(Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini