Brigjen Rudy Syafirudin Apresiasi Desa Percontohan P2B Banyuasin: “Setiap Rumah Harus Punya 7-8 Jenis Tanaman”

0
47

Sumsel.Tajam.co.id, Banyuasin – Direktur Bintibmas Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol. M. Rudy Syafirudin, S.I.K., memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ketahanan pangan yang diinisiasi Polres Banyuasin. Dalam kunjungan peninjauan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) di Kelurahan Tanah Mas Indah, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, beliau menegaskan:

“Desa ini harus menjadi model nasional! Setiap pekarangan rumah wajib menghasilkan minimal 7–8 jenis tanaman pangan.”

Kunjungan yang berlangsung pukul 13.00 WIB itu disambut langsung oleh Kapolres Banyuasin, AKBP Ruri Prastowo, S.H., S.I.K., M.I.K., bersama tim dari Mabes Polri dan Polda Sumsel. Turut mendampingi Brigjen Rudy dalam peninjauan, Kombes Pol Deden dan Kombes Pol Hari Purnomo (Dir Binmas Polda Sumsel).

Desa binaan Polres Banyuasin ini sebelumnya telah meraih Juara 1 P2B Polda Sumatera Selatan, dan kini menjadi duta ketahanan pangan Sumsel di tingkat nasional.

Dalam inspeksi tersebut, Brigjen Rudy meninjau langsung pekarangan warga yang telah disulap menjadi kebun produktif. Mulai dari sistem vertikultur, budikdamber (budidaya ikan dalam ember), hingga pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam. Ia memuji integrasi tanaman cabai, kangkung, pepaya, hingga kolam ikan lele yang tumbuh subur di lahan terbatas.

“Jangan berhenti di lomba! Bila cabai rawit jadi produk unggulan di sini, jadikan itu ikon ekonomi desa. Ini nilai tambah saat penilaian nasional!” tegasnya.

Keberhasilan Tanah Mas Indah mengubah 85% pekarangan warga menjadi kebun produktif menjadikannya desa percontohan nasional. Selain mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, warga kini juga menjual surplus hasil panen ke pasar lokal.

Mengakhiri kunjungannya, Brigjen Rudy menyampaikan pesan kuat:

Polri tidak hanya menegakkan hukum, tapi juga membangun ketahanan bangsa, dimulai dari pekarangan rumah. Jika Banyuasin berhasil, desa-desa lain di Indonesia pasti bisa mengikuti,” Ungkapnya.

Warga Tanah Mas Indah pun menyambut tantangan ini dengan semangat. Mereka bersiap menanam bibit kale, kacang panjang, dan tanaman pangan lainnya untuk memenuhi target minimal 7 jenis tanaman per pekarangan. Lomba P2B tak lagi sekadar kompetisi, tapi telah menjadi gerakan nasional menuju kemandirian pangan dari akar rumput. (Rudi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini