Tajam.co.id, Palembang – Memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak pada pelayanan kesehatan di Kota Palembang. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang BARI mencatat 36 pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) telah mendapatkan perawatan selama periode 1–7 Oktober 2026.
Direktur RSUD Palembang BARI, dr. Amalia, mengungkapkan bahwa peningkatan pasien ISPA menjadi perhatian pihak rumah sakit. Dari jumlah tersebut, delapan pasien masih menjalani rawat inap, terdiri atas enam anak-anak dan dua orang dewasa. Pasien yang membutuhkan perawatan umumnya mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan yang disertai kambuhnya asma.
Dampak kabut asap juga dirasakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, terutama oleh keluarga yang memiliki anak kecil. Seorang warga Kertapati, Desti, mengaku kedua anaknya mengalami batuk ketika kondisi asap semakin pekat. Pengalaman tersebut menjadi pengingat pentingnya melindungi anak-anak dari paparan polusi udara, khususnya saat bermain di luar rumah.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan ketika udara berasap, menggunakan masker yang sesuai saat harus keluar rumah, serta menjaga lingkungan tempat tinggal agar tetap bersih. Orang tua juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan anak dan segera mencari pertolongan medis apabila muncul gejala seperti sesak napas, napas cepat, atau keluhan yang semakin memburuk.(Adv)









