Sumsel.Tajam.co.id, Palembang – Transformasi besar di sektor peternakan sapi perah Indonesia resmi dimulai dari Sumatera. U.S. Dairy Export Council (USDEC) hari ini menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Sriwijaya (UNSRI) dalam rangkaian program U.S.–Indonesia Dairy Partnership (USIDP) yang kini memperluas jangkauan kemitraannya ke wilayah Sumatera.
Penandatanganan yang berlangsung di Novotel Palembang, Senin (08/12), turut dirangkaikan dengan Seminar Internasional bertema “Indonesia Dairy Farming Scale-Up Strategy for Sumatera”, menghadirkan berbagai pakar nasional dan internasional.
Program USIDP merupakan kolaborasi strategis antara USDEC, New Mexico Department of Agriculture (NMDA), dan New Mexico State University (NMSU), serta diorganisir oleh DairyPro Indonesia. Melalui kerja sama ini, berbagai pemangku kepentingan bersatu untuk menghadirkan inovasi, transfer teknologi, serta peningkatan kapasitas peternak sapi perah Indonesia agar mampu mencapai standar global. Langkah ini juga menjadi dukungan nyata terhadap ketahanan pangan nasional, termasuk Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis.
Penandatanganan MoU antara USDEC dan UNSRI menjadi pusat perhatian acara. Kerja sama ini diharapkan membuka jalan bagi alih pengetahuan, penguatan riset akademik, serta implementasi praktik peternakan modern yang dapat langsung diterapkan di tingkat peternak, khususnya di Sumatera yang memiliki potensi besar sebagai wilayah pengembangan susu nasional.
Senior Vice President of Market Access and Regulatory Affairs USDEC, Jonathan Gardner, menyampaikan antusiasme tinggi atas dimulainya kemitraan ini.
“Palembang memiliki potensi luar biasa sebagai pusat pertumbuhan industri susu. Melalui program USIDP, kami berharap dapat mendukung peningkatan produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan susu Indonesia serta membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., yang diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama, Prof. Dr.Eng. Ir. H. Joni Arliansyah, MT, menegaskan komitmen UNSRI dalam menyambut kerja sama strategis ini.
“Kemitraan ini menjadi jembatan penting bagi akademisi, peneliti, dan peternak untuk bersama-sama membangun industri susu yang modern dan berkelanjutan. UNSRI berkomitmen penuh untuk menghadirkan ilmu dan inovasi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat Sumatera,” ungkapnya.
Seminar Internasional yang menyertai acara ini menghadirkan para ahli dari berbagai institusi yang membahas transformasi sistem peternakan, prospek industri susu dalam mendukung program pangan nasional, hingga peningkatan kualitas pendidikan peternakan untuk mencetak peternak yang adaptif, progresif, dan siap bersaing di era modern.
Harapan besar disematkan pada program USIDP di Palembang dan Sumatera. Kolaborasi lintas negara ini diyakini akan menjadi katalisator lahirnya ekosistem peternakan sapi perah yang lebih kuat, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkokoh kemitraan Indonesia–Amerika Serikat dalam sektor agribisnis masa depan.(Red)









